Bacaan : Matius 5 : 1-12 & Lukas 6 : 20-23

 

Lembaga Alkitab Indonesia ( LAI ) memberi judul fasal 5 - 7 sebagai Khotbah di Bukit. Dan Fokus kita pada postingan kali ini adalah tentang Ucapan Bahagia. Tetapi sebelumnya kami ingin informasikan bahwa Fasal fasal 5 - 7 dalam kitab Matius ini merupakan Ucapan Yesus Kristus yang terpanjang dalam satu mement pertemuan. Dan Khotbah Yesus di atas bukit ini juga merupakan khotbah yang fenomenal, karena banyak hal dari ucapan Yesus yang justru mengkritisi tingkah laku bangsa Yahudi saat itu. Khotbah di bukit juga merupakan fakta bahwa Yesus penuh dengan hikmat yang dibuktikan dengan takjubnya orang banyak yang mendengarkan ajaran Yesus Kristus di bukit tersebut seperti yang tertulis dalam Matius 7 : 28 - 29.

Terkait dengan khotbah Yesus di bukit tentang Ucapan bahagia yang akan kita bahas saat ini terdapat dua kitab yang mencatatnya yaitu Matius 5 : 1 - 12 dan Lukas 6 : 20 - 23. Secara konstektual ada beberapa perbedaan cara penulisannya tetapi menurut kami itu wajar karena memang kedua kitab tersebut ditulis oleh orang yang berbeda dengan latar belakang yang berbeda pula; tetapi kalau kita telaah lebih lanjut masih memiliki maksud yang serupa. 
Matius adalah orang Yahudi asli dan ia juga merupakan salah satu dari 12 murid Yesus, sehingga informasinya langsung dari nara sumber yaitu Yesus sendiri. 
Sedangkan Lukas sebagai penulis Kitab Lukas; Lukas adalah seorang petobat Yunani, satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis sebuah kitab di dalam Alkitab. Lukas bukan murid utama Yesus ( bukan 12 orang Murid ). Roh Kudus mendorong dia untuk menulis kepada Teofilus (artinya, "seorang yang mengasihi Allah") guna memenuhi suatu kebutuhan dalam jemaat yang terdiri dari orang bukan Yahudi akan kisah yang lengkap mengenai permulaan kekristenan. Dari surat-surat Paulus, kita mengetahui bahwa Lukas adalah seorang saudara "yang kekasih ... seorang dokter" (Kol 4:14) dan seorang teman sekerja Paulus yang setia (2Tim 4:11; File 1:24; bd. perikop-perikop "kami" di Kisah Para Rasul, lihat "PENDAHULUAN KISAH PARA RASUL" 08177). Dari penulisan Lukas sendiri kita mengetahui bahwa ia seorang yang berpendidikan tinggi, penulis yang terampil, sejarahwan yang teliti dan teolog yang diilhami. Ketika ia menulis Injilnya, agaknya gereja bukan Yahudi belum memiliki Injil yang lengkap atau yang tersebar luas mengenai Yesus.
Alasan itulah kenapa kedua kitab ( Matius 5 : 1 - 12 dan Lukas 6 : 20 - 23 ) ada beberapa perbedaan konstekstual tetapi maksudnya serupa.

Berikut ini cuplikan dari Khotbah Yesus tentang Ucapan Bahagia seperti yang tertulis dalam Matius 5 : 1-12 sebagai berikut :

5:1. Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. 
5:2 Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

5:3. "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. 
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. 
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Kita akan mencoba memahami Firman tersebut diatas kesan apa yang anda dapat ? jika belum memiliki kesan silahkan anda baca sekali lagi .

1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga
Khotbah Yesus yang pertama adalah seperti tersebut diatas. Pertanyaannya adalah mengapa Yesus memilih kalimat tersebut !. Berbahagia karena miskin dihadapan Allah karena akan mempunyai kerajaan sorga. 
Miskin yang bagaimana yang dimaksud dengan kalimat tersebut diatas ? . Pengertian miskin adalah tidak memiliki apa apa yang bisa di andalkan. Kalimat tersebut diatas menunjukkan orang yang dalam keadaan miskin bukan mengarah kepada sikap merasa miskin. Karena Allah adalah Maha tahu dan memahami isi hati setiap orang, sehingga menurut kami Allah memang benar benar melihat orang itu miskin. Jika merasa miskin memiliki makna yang berbeda dan bisa berarti keserakahan. Sebenarnya secara umum dia termasuk golongan orang yang mampu tetapi secara pribadi orang tersebut merasa miskin / kekurangan. Dengan kata lain orang yang merasa miskin adalah orang yang tidak puas dengan keadaannya saat ini. Ada perbedaan mencolok yaitu miskin menurut Allah dan miskin menurut manusia. Kalimat merasa miskin itu lebih condong pada menurut pendapat manusia, tetapi miskin di hadapan Allah adalah penilaian Allah sendiri.
Disinilah perbedaannya kalimat tersebut diatas antara orang yang benar benar miskin dihadapan Allah dan orang yang merasa miskin dihadapan Allah.

Jika kita meyakini bahwa Allah adalah Maha tahu, maka kalimat tersebut diatas bukan kalimat kiasan, tetapi benar benar miskin menurut Allah. Di sini yang menilai adalah Allah sendiri.
Kembali pada konteks kalimat bahagia yang pertama seperti tersebut diatas, Allah menjanjikan Kerajaan Sorga. Bukan Sorga saja tetapi Kerajaan Sorga. Sorga menurut kami adalah " suasana sorga " tetapi Kerajaan Sorga tidak hanya suasana sorga, tetapi lebih dari itu. Kita sebagai pemilik dan berperan aktif atas Kerajaan Sorga sehingga dengan menjadi pemilik atas Kerajaan Sorga maka kita sudah tidak butuh apa apa lagi, semua tersedia untuk kita.

Mengapa miskin dihadapan Allah yang memiliki Kerajaan Sorga ? Pertanyaan ini yang harus terjawab pada postingan kali ini. Sebelumnya kami ingin bertanya kepada saudara sekalian, pernahkan saudara pada masa dan saat tertentu tidak memiliki apa apa ? Atau bisakah anda membayangkan bagaimana keadaan orang yang miskin ? untuk memenuhi kebutuhan pokoknya ( makan ) saja belum tentu terpenuhi untuk hari ini ( bisa sarapan tetapi belum tentu bisa makan untuk siang atau malam ). Maka secara naluri orang itu akan berusaha untuk mendapatkan makanan atau dia akan makan apa saja asal perutnya terisi. Miskin dalam pengertian diatas adalah miskin yang sebenarnya dan bukan merasa miskin karena Allah yang Maha tahu menilai bahwa manusia tersebut miskin. Menurut anda apa yang bisa diandalkan oleh orang miskin ? apa yang bisa dibanggakan oleh orang miskin ? Miskin adalah keadaan. 
Miskin dihadapan Allah, berarti si miskin masih menemui dan menghadap kepada Allah. Menurut kami Allah menilai bahwa manusia dihadapannya adalah orang miskin dan yang perlu kita garis bawahi adalah orang tersebut masih menemui Allah buktinya dia ada di hadapan Allah.

Ketika orang tidak memiliki apa apa tetapi dia tetap setia kepada Allah seperti yang dilakukan oleh " Ayub ", dalam kemiskinan dan penyakitnya dia tetap setia kepada Allah. Tetap mengandalkan Allah dalam kemiskinannya maka itu yang diharapkan Allah.
Jadi teringat firman Tuhan Yesus tentang orang kaya sulit masuk surga dan lebih mudah seekor onta masuk lubang jarum. ( Matius 19: 24; Markus 10 : 25 & Lukas 18 : 25 ). Mengapa orang kaya lebih sulit masuk surga ? karena secara umum orang kaya lebih mengandalkan kekayaannya dari pada Tuhan; Bagi orang kaya terlalu banyak pertimbangan untuk ikut Tuhan. Lalu mengapa Onta lebih mudah masuk lubang jarum ? karena unta tidak terlalu banyak pertimbangan dan tidak banyak berfikir. Kesimpulannya adalah kalau mau ikut Tuhan Yesus jangan terlalu banyak pertimbangan yang macam macam dan jangan terlalu berfikir, tetapi ikut sajalah kemana Tuhan pergi. Disini memiliki pemahaman bahwa kalau mau ikut Tuhan jangan di bebani oleh hal hal lain, ikut saja dan jangan banyak bertanya atau berfikir yang macam macam. Karena Tuhan tidak akan membiarkan orang orangnya dalam kesusahan.

 

2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur
Berduka cita adalah serupa dengan berkabung; ada kesedihan, ada kesusahan. Apa yang diharapkan dari orang yang berdukacita ? adalah kelegaan. Duka cita adalah perasaan hati yang sedang berduka. Tidak ada orang yang menyukai duka cita. Kalimat tersebut mengandung pengharapan dimana Allah menjanjikan kepada orang yang berdukacita akan menerima penghiburan dari Allah. Dengan kata lain orang tidak akan selamanya berduka dan jika ada orang yang berduka maka Allah akan menghiburnya.

Yang menjadi pertanyaan penting adalah " kalimat tersebut diatas mengajak kita untuk beduka cita ! dengan kata lain orang yang berdukacita lebih berbahagia ? benarkah orang yang berduka cita lebih berbahagia ?". Seperti pengantar tersebut diatas bahwa duka cita identik dengan kesedihan - berkabung dan tidak ada orang yang memilih untuk berduka cita. Kami mencermati bahwa orang yang berduka cita itu lebih berbahagia karena dia telah menerima penghiburan dari Allah. Ada rasa syukur karena Allah telah menghiburnya sehingga dia merasa berbahagia. Menurut kami rasa bahagia bukan diletakkan di depan, tetapi bahagia karena Allah telah mau peduli kepada kita dan Allah bersedia menghibur kita. Sebuah karunia yang luar biasa karena Allah masih mau peduli kepada kita. Karena Allah melihat bahwa kita adalah orang yang penting bagi Allah sehingga Allah peduli kepada kita, disinilah letak bahagia itu.

 

3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Lemah lembut dalam bahasa Indonesia memiliki pengertian baik hati, suka menurut. Menurut bahasa Yunani lemah lembut sebagai Praus / praotes; yang memiliki arti serupa dengan bahasa Indonesia. 
Lemah lembut menurut kami memiliki beberapa pengertian majemuk yaitu :

  1. Penurut ; kalau boleh kami umpamakan seperti hewan peliharaan yang menurut apa yang diperintahkan tuannya.
  2. Sabar ( tidak suka marah dan mengumbar amarahnya ) tetapi tidak tinggal diam.
  3. Rendah hati ( tidak sombong ) tetapi tidak minder ( kurang percaya diri )

Menurut kami lemah lembut adalah orang yang memiliki kehendak tetapi kehendaknya dia tunduhkan dibawah kehendak Tuhan. Dengan kata lain biarlah terjadi menurut kendak Tuhan bukan atas kehendak manusia pribadi.
Disini kehendak tidak dimatikan tetapi kehendak manusia lebih diarahkan kepada Tuhan, biarlah terjadi menurut kehendak Tuhan saja bukan menurut kehendak ku manusia. Keinginan ( kehendak ) lebih di kendalikan.

Orang yang lemah lembut akan memiliki bumi ? benarkah demikian ! .... mari kita pelajari. " Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi ". Kira kira bagaimana menurut anda apakah orang yang menurut sesuai dengan kehendak Allah dan dia sabar untuk terus berusaha serta rendah hati dan tidak sombong; apakah orang tersebut akan memiliki bumi. Silahkan anda berfikir ya ........

 

4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 
Kalimat tersebut sepadan dengan kalimat nomor 2 yaitu mengandung harapan. Karena Allah akan memberikan kepuasan kepada mereka yang lapar dan haus. Lapar dan haus tidak hanya diartikan dalam pemahaman makan dan minum saja, tetapi kalimat tersebut bisa memiliki makna yang luas. Contohnya adalah lapar dan haus akan kebenaran firman Tuhan maka Tuhan akan membuatnya kenyang dan tidak haus lagi, lapar dan haus akan ilmu maka Allah akan memberikan ilmu yang dibutuhkan dan masih banyak lagi yang lainnya.
Karena Allah selalu memuaskan dia yang lapar dan haus maka orang tersebut berbahagia.


5. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan
Menurut kami kalimat tersebut serupa dengan hukum karma. Anda memberi maka anda juga akan menerima. Anda bersedia melepaskan sesuatu maka anda akan menerima sesuatu. 
Orang yang memberi dengan iklas maka orang itu tidak mengharapkan apa ada , tetapi firman tersebut menegaskan bahwa orang yang murah hati akan beroleh kemurahan. Disini tidak dijelaskan beroleh kemurahan dari siapa ? menurut kami bisa dari Allah bisa juga dari sesama manusia.

 

6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah
Allah adalah suci dan semenjak manusia pertama ( Adam dan Hawa ) terjerumus dalam dosa maka sejak itulah terdapat jurang pemisah. Allah yang suci dan manusia yang berdosa. Kalimat tersebut menurut kami merupakan janji Allah kepada manusia. Kalimat diatas juga menunjukkan bahwa melihat Allah bukan saat ini ( bukan di dunia ini ), kalimat tersebut berupa janji Allah untuk kehidupan yang akan datang, mengapa demikian ? silahkan pahami kalimat tersbut, ada kata akan " , karena mereka akan melihat Allah ". Jelas bukan di dunia ini mereka yang suci hatinya melihat Allah. 
Kalau mau melihat Allah maka hatinya harus suci. Suci yang seperti apa ? tentu saja suci menurut Allah bukan suci menurut manusia. Penilaian manusia dan penilaian Allah berbeda. Suci itu bersih atau jernih tidak ada kotoran, suci juga bisa diartikan dengan " murni " . Disini pengamat dan penilainya adalah Allah sendiri.
Menurut kami jika ada orang yang menganggap hatinya suci atau dirinya suci itu adalah kotoran dan noda, karena yang menilai adalah manusia, menggunakan standart manusia.

Bagaimana menciptakan hati yang suci ? mungkin kalimat ini yang saat ini ada di benak saudara. Menurut kami seperti yang sudah pernah kami posting beberapa waktu yang lalu tentang hati ( klik disini ) bahwa hati adalah sumber kebaikan dan juga sumber kehancuran di dunia. Besarnya hati secara fisik hanya sebesar genggaman tangan tetapi jika seluruh bumi dimasukkan kedalam hati maka masih terdapat ruang kosong; jika seluruh alam semesta di masukkan ke dalam hati ternyata juga terdapat ruang kosong. Hati memiliki 2 ruangan ( sekat ) yaitu ruang positif dan ruang negatif. Ruang positif adalah segala sesuatu yang positif ( surga, terang, cahaya, kebaikan, suka, kesabaran, keindahan, ya. setuju, dll ) sedangkan ruang negatif adalah neraka, sedih, duka, susah, hitam, buruk, jahat, tidak, menolak ( tidak setuju ) dll ). Menurut kami di hati inilah ada perbedaan surga - neraka; langit - bumi, terang-hitam, cahaya - gelap, suka- duka, gembira - sedih, kebaikan - kejahatan, ya- tidak, setuju - tidak setuju dll bersumber dari hati.
Lalu apakah sekat di hati bisa di hilangkan; bagaimana caranya agar ruangan di hati bisa penuh dan tidak ada rongga ( ruang kosong ). Menurut kami satu satunya yang dapat menghilangkan sekat dan membuat ruangan di hati penuh adalah menghadirkan Allah di dalam hati kita. Biarlah Tuhan yang berkuasa penuh atas hati kita. Untuk itu undanglah Tuhan untuk hadir di hati kita, dan biarlah Tuhan sendiri yang masuk dan bersemayam di hati kita. Tetapi sebelumnya persiapkan dulu hati kita untuk kedatangan Tuhan agar Tuhan bisa nyaman dan krasan di hati kita. Manusia hanya bisa mempersiapkan dan mengundang Tuhan, dan sepenuhnya adalah wewenang Tuhan untuk hadir atau tidak.

Hati yang suci jangan sekali kali dilihat dari sudut pandang manusia karena pasti akan tersesat, hati suci adalah pendapat Allah dan penilaian Allah sendiri. Manusia hanya berusaha mempersiapkan dan mengundang Tuhan untuk selalu hadir. Selebihnya biarlah Tuhan sendiri yang berkehendak, mau datang atau tidak biar itu atas kehendak Tuhan saja.

 

7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Kalimat tersebut diatas adalah merupakan " janji " Allah. Disini Allah secara tidak langsung mengajukan syarat bagi mereka yang ingin disebut anak anak Allah maka mreka harus membawa damai.

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. ( Roma 5 : 1 )

Kata membawa damai di Alkitab memiliki dua pengertian yang berbeda seperti dua permukaan mata uang atau seperti pedang bermata dua. Tetapi pemahamannya tetap sama yaitu manusia berdamai dengan Allah dan sebaliknya yang diwujudkan dengan janji keselamatan kepada manusia berupa kehadiran Yesus Kristus dan peristiwa penyaliban - kebangkitan Yesus Kristus sebagai korban bakaran yang sempurna di hadapan Allah. (Matius 20 : 28 ; Markus 10 : 45) 
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. ( Yohanes 14: 27 )
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." ( Yohanes 16 : 33 )
Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dari semua orang. ( Kisah Rasul 10 : 36 )

Tetapi terhadap kehidupan dunia Yesus bersikap tegas menolak berdamai dengan dunia seperti :
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, .. ( Matius 10 : 34-35 ) 
Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. ( Lukas 12 : 51 )

Kembali pada konsteks kalimat bahagia " Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. " Membawa damai di sini lebih kepada perdamaian dengan sesama manusia dan bukan berdamai dengan kehidupan dunia. Berdamai disini lebih kepada kehidupan yang rohani.

 

8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 
Ucapan bahagia yang ke-8 memiliki kemiripan janji seperti pada ucapan bahagia pada poin pertama " Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga " yaitu Alah menjanjikan Kerajaan Sorga bagi mereka yang dianiaya oleh sebab kebenaran.

Terkait dengan kebenaran adalah yang sebenarnya, sehingga kebenaran dilihat dari sudut pandang manapun tetap sebuah kebenaran. Walau terkadang kebenaran tidak serta merta terbuka tetapi seiring perkembangan waktu kebenaran tetaplah sebuah kebenaran walaupun harus di lihat dari sudut pandang yang berbeda beda. Apa yang kami maksud dapat anda baca pada postingan kami sebelumnya tentang kebenaran ( klik disini )

Terkait dengan kebenaran akan ajaran Yesus Kristus dan harapan Yesus untuk tidak goyah dalam berpegang pada firman Tuhan, selalu berserah kepada Tuhan.

" Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Tidak takut menderita di dunia walaupun harus di cela dan dianiaya serta di fitnah oleh manusia lain karena memberitakan kabar suka cita dan kebenaran Firman Tuhan di dalam Yesus Kristus.

Semoga bermanfaat, dan mudah mudahan tidak bingung.

 

 

Salam,
 
Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. Alkitab - Lembaga Alkitab Indonesia cetakan ke-154, 1996 


 Pada postingan kali ini kami ingin memberikan pengertian kepada saudara tentang Teologi Illahi dan Teologi Pedagang. Secara garis besar teologi Illahi menekankan bahwa keselamatan itu hanya berasal dari pemberian Allah saja dan bukan hasil usaha manusia, dan keselamatan yang diberikan Allah adalah gratis ; sedangkan teologi pedagang adalah " Pahala " sebagai nilai tukar keselamatan. Sehingga manusia berupaya untuk mendapatkan upah " Pahala " dengan melakukan kebaikan kebaikan. Dan pada puncaknya nanti akan di timbang antara kebaikan dan kejahatannya.

Teologi Illahi

Teologi Illahi / Teologi Allah menyatakan bahwa keselamatan itu hanya berasal dari Allah. Teologi Allah lebih menekankan pada keselamatan yang berasal dari Allah sendiri. Keselamatan bukan upaya manusia untuk mencapainya tetapi keselamatan adalah pemberian dari Allah sendiri.
Ketika manusia jatuh dalam dosa dan dibuang ke bumi maka sejak saat itu ada jurang pemisah antara Allah dan manusia. Allah yang Maha Suci sedangkan manusia berdosa. Sehingga karena kasih Allah kepada manusia maka Allah tetap hadir dan memberikan pertolongan kepada manusia melalui perantara yaitu para Nabi. Yaitu orang yang dipilih oleh Allah sendiri sebagai kepanjangan tangan dari Allah. Puncak keselamatan dari Allah adalah ketika Allah sendiri yang berkarya dan menolong manusia. Sehingga Allah rela merendahkan diri menjadi manusia seperti yang tertulis dalam Yohanes 1 : 1-5 " yang demikian.

1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 
2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 
4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 
:5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Keselamatan menurut teologi Illahi adalah pemberian Allah seperti yang tertulis dalam Efesus 2 :8 - 10 " Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. "

Disini ditegaskan bahwa keselamatan bukan hasil usaha manusia tetapi pemberian Allah. Dengan kata lain teologi Illahi mengatakan bahwa seberapa banyak kebaikan dan pahala yang kamu dapat tidak menjamin keselamatannya, karena keselamatan adalah pemberian Allah. Dan keselamatan yang diberikan Allah adalah keselamatan yang sejati dan gratis.

Yohanes 3:16 " Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. "

I Yohanes 4:9 " Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. "

Karena Allah telah menyediakan keselamatan di dalam Yesus Kristus dengan gratis maka demikian juga hendaknya kita mengasihi sesama kita juga dengan gratis

I Yohanes 4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

"Karena Anak Manusia (Isa Al-Masih) juga datang ... untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Injil Allah, Markus 10:45) "Dia (Isa Al-Masih) yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." (Injil Allah, Surat II Korintus 5:21) "Ia sendiri (Isa Al-Masih) telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran ...." (Injil Allah, Surat I Petrus 2:24).

 

Teologi Pedagang
Teologi yang lebih menekankan pada keselamatan yang dapat di perjual belikan. Dengan nilai tukar yaitu " Pahala ". Disini Allah bertindak sebagai pedagang ( Penjual ) dan manusia sebagai pembeli. Apa yang Allah jual ? yaitu keselamatan dan kenikmatan.. Alat tukar adalah " Pahala " sehingga manusia yang menggunakan teologi pedangang akan mengejar dan mencari " Pahala " sebanyak banyaknya. " Pahala " sebagai alat tukar seperti uang pada saat ini, dengan uang maka manusia bisa membeli apa saja dari Allah. Semakin banyak " Pahala " ( Uang ) maka semakin mudah untuk mendapatkan apa yang di inginkan. Dan pada akhir hayatnya nanti allah akan melakukan timbang - menimbang antara " Pahala baik " dan perbuatan keburukan. Dan jika lebih banyak kebaikan maka akan masuk surga dan jika sebaliknya akan masuk neraka. Seperti tertulis dalam Al Qur'an :

Al Anbiyaa' 47. " Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan."

Menurut Kitab Perjanjian Lama ( Kitab Taurat, Kitab Zabur ), Allah memiliki standart orang yang termasuk pilihan yang benar benar sulit di jalankan bagi manusia. Bahkan para nabi pun tidak dapat menjalankannya sepenuhnya. Hal ini karena pada dasarnya manusia adalah lemah, sehingga kalau boleh jujur adalah tidak ada manusia yang 100 % suci dan sepanjang perjalanan hidup manusia lebih banyak perbuatan tercela ( tidak sesuai dengan kehendak Allah ) dibandingkan dengan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Allah.

Untuk menutupi kelemahan dari Teologi Pedagang maka mereka memiliki metode penyelamatan sebagai jalan tengah yaitu Ibadah Haji. Dimana ibadah haji merupakan ibadah yang paling utama, dengan mengikuti ibadah haji maka penganut teologi pedagang bisa dimenangkan yaitu dihapusnya dosa dosanya.

Teologi pedagang mengharapkan melakukan 5 pahala dengan harapan Allah bisa memberikan 100 bahkan lebih pahala. ini seperti yang tertulis dalam Al Qur'an sebagai berikut :

Al An'aam 160. " Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). "

Al Maa'idah 9. " Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. "

An Nisaa' 40. Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar[298]. Keterangan : [298]. Maksudnya: Allah tidak akan mengurangi pahala orang-orang yang mengerjakan kebajikan walaupun sebesar zarrah, bahkan kalau dia berbuat baik pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah.

An Nahl 97. "Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. "
Keterangan : [839]. Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman.

Al Qashash 84. Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.

Bahkan dalam teologi pedagang digambarkan dalam urusan pinjam meminjam. Dimana Allah meminjam sesuatu dari manusia dan nanti Allah akan memberikan yang lebih dari apa yang Dia pinjam seperti dalam Al Qur'an berikut ini :

Al Hadiid 11. Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak.

Dan pada beberapa ayat dalam Al Qur'an juga mengakui bahwa pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Mungkin pengertian pertolongan dan keselamatan beda menurut teologi pedagang. Ayat tersebut seperti tertulis dalam Al Qur'an sebagai berikut :

Al Kahfi 44. " Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan. "

Kembali lagi bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang 100 % sempurna dihadapan Allah. Karena Kitab Taurat maupun Kitab Zabur menjelaskan syarat syarat agar manusia sempurna di hadapan Allah. Bahkan para nabi pun masih memiliki kelemahan dan kekurangan. Ini Karena standart yang diberikan Tuhan Allah sangat tinggi sehingga manusia tidak mungkin bisa melakukan kesempurnaan hingga 100 % dihadapan Allah yaitu hidup kudus dihadapan Allah.
Tidak ada seorangpun manusia yang mampu hidup kudus dan benar secara sempurna di hadapan Allah. Tetapi manusia mencari jalan dengan kekuatan sendiri melalui amal, kebaikan dan perbuatan untuk dibenarkan di hadapan Allah dan kembali menjadi anak Allah. Apabila Anda merasa diri Anda seorang yang baik, apakah Anda bisa berkata Anda tidak pernah berbuat dosa? Allah adalah Allah yang suci dan kudus, sehingga tidak ada seorangpun manusia berdosa yang tahan berdiri di hadapanNya dan layak masuk dalam kerajaan Surga.

Memahami hal seperti tersebut diatas maka ajaran teologi pedagang memberikan solusi sebagai penetral bahwa manusia tidak ada yang sempurnda dan hidup kudus dihadapan Allah yaitu ibadah haji. Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang paling utama, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :

"Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ditanya: 'Amal ibadah apakah yang paling utama?' Beliau bersabda: 'Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya'. Dikatakan (kepadanya): 'Kemudian apa?' Beliau bersabda: 'Jihad dijalan Allah'. Dikatakan (kepadanya): 'Kemudian apa?' Beliau bersabda: 'Haji yang mabrur.'"( HR. Al-Bukhari dan Muslim, lihat Shahih at-Targhiib wat Tarhiib oleh al-Albani 3/3 hadits No. 1093. )

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata,
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya, "Amalan apa yang paling afdhol?" Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya." Ada yang bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jihad di jalan Allah." Ada yang bertanya kembali, "Kemudian apa lagi?" "Haji mabrur", jawab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Bukhari no. 1519)

Ibadah haji sebagai penghapus dosa, berdasarkan hadits Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam :
"Barangsiapa yang mengerjakan ibadah haji dan dia tidak melakukan jima' dan tidak pula melakukan perbuatan dosa, dia akan kembali dari dosa-dosanya seperti pada hari ketika ia dilahirkan ibunya." ( HR. Al-Bukhari, Muslim, an-Nasa-i, Ibnu Majah dan at-Tirmidzi )

Haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosa
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Siapa yang berhaji ke Ka'bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya." (HR. Bukhari no. 1521).

Balasan bagi haji mabrur adalah Surga, berdasarkan sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam :
"Umrah (yang pertama) kepada umrah yang berikutnya sebagai kaffarat (peng-hapus) bagi (dosa) yang dilakukan di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya, melainkan Surga." ( HR. Malik, al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i dan Ibnu Majah). Lihat Shahih at-Targhiib No. 1096. )

Dan dari Jabir bin 'Abdillah dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam , beliau bersabda: "Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali Surga. Dikatakan (kepada beliau): 'Apakah bentuk bakti dalam haji itu?' Beliau ber-kata: 'Memberi makanan dan berbicara yang baik.'"( HR. Ahmad, ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, al-Baihaqi dan al-Hakim. Al-Albani berkata: "Shahih lighairihi, lihat Shahih at-Targhiib" No. 1104) )

Kembali lagi kepada proses jual beli dalam ibadah haji, mengingat ibadah haji hanya diperuntukkan bagi mereka yang mampu ? lalu bagaimana bagi penganut teologi pedagang yang tidak mampu ?. Jika ditelaah lebih dalam maka proses jual beli terjadi yaitu hanya mereka yang berduit dan kaya yang diselamatkan. Tidak peduli berapa jahat dan besarnya dosa dosa yang telah dia lakukan. Misalnya saja karena dia kaya dan setiap tahun bisa melakukan haji maka bisa dipastikan orang tersebut masuk surga. Tidak peduli perbuatannya dalam menumpuk harga, yang menyakiti sesamanya, memeras dan berbuat tidak adil selama hidupnya bahkan jika dia setiap hari menumpahkan darah saudaranya ( membunuh manusia lain ) maka menurut teologi pedagang ini dia akan masuk surga asal dia bisa menunaikan ibadah haji. Disini tidak adil bagi mereka yang tidak mampu dan hidupnya serba kekurangan. Bahkan yang menurut kami tidak habis pikir adalah titip ibadah haji dengan membayar sejumlah uang kepada orang yang menunaikan ibadah haji dan membawa foto orang yang di titip maka orang itu juga sama dengan telah mengikuti ibadah haji.


Karena alasan tersebut diatas maka kami secara pribadi lebih memilih teologi Illahi daripada teologi pedagang. Karena menurut kami teologi pedagang adalah teologi yang tidak masuk akal dan mengada ada.

Cara satu-satunya supaya kita bisa dibenarkan dan masuk surga adalah dibenarkan oleh Allah melalui iman dan pengorbanan Yesus yang merupakan Allah yang menjelma menjadi manusia yang dilahirkan oleh perawan Maria. Oleh karena dosa kita, Ia dibunuh dan disalib walau dia tidak pernah berbuat dosa, tetapi pada hari yang ke tiga Dia bangkit dan menang atas maut sehingga Ia mampu mengaruniakan keselamatan dan kebangkitan bagi tiap orang yang percaya kepadaNya. Puji Tuhan!!

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya barangsiapa percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal", demikian firman Tuhan dari Yohanes 3:16

 

 

Salam,
 
Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. http://spirithaji.com/component/content/article/21-panduan-haji-a-umrah/2342-keutamaan-ibadah-haji.html
2. http://www.fatimahzahra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=82:keutamaan-ibadah-haji-dan-umrah&catid=35:info-haji&Itemid=88
3. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-ibadah-haji.html
4. http://www.golgothaministry.org/artikel/art_imantanpaperbuatan.htm
5. http://www.surga.info/cara-masuk-surga/

MENGAPA YESUS BUTUH MURID
Bacaan : Matius 4 : 18 - 22

 

 
Yesus memanggil Petrus dan Andreas

Sebuah pertanyaan yang jarang terungkap adalah mengapa Yesus membutuhkan murid ? pernahkan pertanyaan ini ada di benak saudara !.

Kata murid dalam Alkitab -Lembaga Alkitab Indonesia- diterjemahkan dari, kata Limmud, bahasa Ibrani; dan kata Mathetes, Matheteuo, - bahasa Yunani- artinya menjadi murid, menjadikan orang lain menjadi murid, Mat 27:57, 28:19; Discipulus, bahasa Latin, yang artinya murid atau pelajar, mereka yang mau belajar dengan Penuh disiplin.
Perjanjian Lama menunjukkan ciri umum hubungan hubungan guru-murid pada masa lalu atau antara orang yang mengajar dan yang diajar, misalnya, dalam 1 Taw 25:8; Yes 8:16, 50:4, 54:13. Hal yang sama juga dilakukan oleh para filsuf Yunani dan rabi Yahudi, mereka mengumpulkan sejumlah murid - yang selalu bersama atau berada di sekitarnya- untuk mendengar ajaran-ajaran. Dalam keadaan tertentu salah satu atau beberapa orang di antara para murid dibimbing secara khusus - dikader - sebagai ahli waris sang guru

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. ( Matius 10 : 24 ) bahkan dalam Matius 10 : 25 menegaskan " Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya." Itulah sebabnya murid Yesus juga diberi kuasa seperti yang tertulis dalam Matius 10:1. " Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. "

Perjanjian Baru, juga menunjukkan bahwa tradisi hubungan guru-murid -seperti pada masa Perjanjian Lama - masih tetap berlangsung. Pada masa Perjanjian Baru , murid berarti seseorang yang menerima ajaran dari orang lain, misalnya:

  • ajaran Yohanes Pembaptis, Mat 9:14; Yoh 1:35
  • ajaran orang Farisi, Mrk 2:18; Luk 5:33
  • ajaran Musa, Yoh 9:28, dll

Pemakaian kata murid, biasanya dalam arti umum, misalnya Mat 10:42; Luk 6:17; Yoh 6:66. Secara khusus dipakai untuk menandakan pengikut Tuhan Yesus -12 murid, Mat 10:1, 11:1- yang meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti-Nya. 
Dalam Kisah Rasul, kata murid dipakai untuk menyebut orang-orang percaya, yang mengakui Yesus sebagai Mesias, Kisah 6:1, 2, 7, 9:36, 11:26.1. Murid juga digambarkan sebagai ibuNya dan saudara saudaraNya ( Matius 12 : 49 ). Sebelum Tuhan Yesus melanjutkan pekerjaan dan pelayanan-Nya. Ia memilih beberapa orang dari mereka yang selalu mengikutiNya, untuk menjadi "pembantu"-Nya secara khusus, atau sering kali disebut 12 murid, Mat 10:1-4; Mrk 3:13-19; Luk 6:12-16. 
Mereka yang dipanggil secara khusus tersebut, harus menyertai Yesus kemana saja Ia pergi, Mrk 3:14. Menurut Mat. 19:27-30, upah menjadi murid Tuhan Yesus, adalah mendapat kembali 100 kali lipat semua yang ditinggalkan, serta hidup kekal.

Peran murid - murid Yesus adalah

  • Murid merupakan saksi hidup tentang cara pandang dan ajaran dari sang guru. Karena sosok murid selalu mengikuti kemana sang guru berada.
  • Murid merupakan kepanjangan tangan dari sang guru dalam penyampaian pesan pesan dan firman Allah.
  • Murid menyaksikan kuasa Allah dalam diri sang guru.
  • Murid memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran dari sang guru . Seperti dalam Matius 28 :19 " Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, " dan Kisah Para Rasul 6 :7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Apa yang bisa kita petik dari uraian tersebut diatas adalah murid merupakan jiwa untuk selalu belajar dan belajar. Sosok guru tidak berarti dia sudah pandai dalam segala hal tetapi sang guru juga bisa disebut sebagai murid. Demikian juga Yesus adalah juga seorang murid seperti yang tertulis dalam Yohanes 8:28 '

Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwaAku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. ' .

Ayat Yohanes 8 : 28 seperti tersebut diatas jelas mengatakan bahwa Yesus adalah juga seorang murid yang belajar dan menyampaikan apa yang telah di ajarkan Bapa kepada Yesus. Jadi bisa disimpulkan bahwa guru yang sejati adalah Allah Bapa. Adalah sumber dari segala kesempurnaan.

Ada pertanyaan lainnya terkait dengan murid Yesus yaitu mengapa begitu mudahnya Yesus memanggil murid muridnya ? dan mengapa para murid dengan serta merta meninggalkan aktivitasnnya dan mengikutiNya ? Dalam bacaan bacaan di Perjajanjian Baru menyebutkan bahwa para calon murid Yesus hanya bertemu dalam satu tatap muka dengan Yesus dan mereka mau mengikutiNya dan meninggalkan segala sesuatu . Mungkin sebagian dari anda akan menjawab karena karunia Roh kudus yang menggerakkan para murid untuk mengikuti Yesus dan bersedia menjadi murid Yesus dalam satu kali tatap muka. Atau bisa jadi pada tatapan pertama tersebut wibawa dan kharisma Yesus sehingga para murid bersedia mengikuti Yesus. 
Karena kalau difikir fikir bagaimana mungkin hanya dalam satu kali pertemuan langsung terpikat seperti kena pelet ? Alkitab juga telah menjelaskan bahwa murid Yesus mengenali Yesus sebagai yang terpilih ( Mesias ) seperti tertulis Ketika Filipus berkata kepada Bartolomeus , " Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazareth ", Yohanes 1: 45; dan Andreas membawa saudaranya sendiri Simon Petrus, kepada Tuhan Yesus. " Andreas mula-mula bertemu Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, " Kami telah menemukan Mesias, artinya Kristus ". Ia membawanya kepada Yesus, Yohanes 1:41 " Disini ada pengenalan bahwa murid Yesus sudah mengenal Yesus pada pandangan pertama bahwa Yesus adalah Mesias. Pengenalin ini juga merupakan misteri, dan pra teolog berpendapat bahwa pengenalan singkat itu merupakan permulaan pengenalan Yesus lebih mendalam dengan menjadi muridnya. Dan tentu saja tidak lepas dari karya Roh Kudus.

 

12 Orang Murid Yesus
12 MURID YESUS terdiri atas Petrus (yang menurut beberapa denominasi adalah "Ketua Para murid"), Andreas, Yakobus Besar, Yakobus Kecil, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Tadeus, Simon, dan Yudas Iskariot.. Setelah kematian Yudas, Matias menjadi salah satu dari Keduabelas murid. Dalam Injil-Injil sinoptik, Markus merinci nama-nama Kedua belas Murid, Matius mengikuti daftar Markus, dan Lukas mengganti Tadeus dalam daftar Markus dengan Yudas.

Yohanes mencatat Keduabelas murid yesus tanpa merinci semua nama mereka, dia menambahkan Natanael, dan menggunakan istilah "Murid yang dikasihi" ( agaknya untuk menyebut Yohanes ). Dipilihnya duabelas orang sebagai murid terdekat dengan Yesus itu mungkin sekali ada sangkut-pautnya dengan Duabelas Suku Israel. Dalam Injil-Injil sinoptik, Yesus memilih Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk menjadi saksi mata ketika Dia berubah wujud dan untuk menemaninya tatkala di taman Getsemani yesus melarikan diri dari hukuman salib dan lari dari kejaran tentara romawi yang akan menyalibkannya. .

Dalam 4 Injil , Keduabelas murid Yesus ini dikisahkan cerdas dan menjadi saksi kunci dalam berbagai peristiwa penting kehidupan yesus, berbeda dengan paulus yang tidak menjadi saksi kunci pada peristiwa penting apapun dalam kehidupan yesus, sehingga dalam pemahaman paulus perihal ajaran yesus banyak terjadi penyimpangan. Kisah Para Rasul mencatat sepak-terjang penyimpangan paulus dan perselisihan paulus dengan ke12 murid yesus di tahun-tahun sesudah Yesus naik ke sorga. diantara 12 murid yesus, yang paling gencar permusuhannya terhadap penyimpangan paulus dan pendudukan romawi atas israel adalah yudas iskariot, paulus adalah satu satunya orang yang mengatakan yudas adalah orang gila dan mati bunuhdiri. tidak ada satupun dari 12 murid yesus yang mengkisahkan tentang penyimpangan yudas melainkan justru Paulus sendirilah yang memusuhi Yesus dan ke12 Murid Yesus


Murid murid Yesus menurut Matius, Markus, Lukas, & Kisah Para Rasul

Kedua belas murid itu adalah :

  1. Simon, yang disebut Petrus
  2. Andreas, saudara Petrus
  3. Yakobus, anak Zebedeus
  4. Yohanes, anak Zebedeus
  5. Filipus
  6. Bartolomeus
  7. Tomas
  8. Matius, mantan pemungut cukai
  9. Yakobus, anak Alfeus
  10. Tadeus
  11. Simon, Orang Zelot
  12. Yudas Iskariot, yang mengkhianati Yesus

Setelah Pentakosta atau turunNya Roh Kudus, para murid disapa sebagai Rasul atau apostolos; apostello atau mengutus dengan tujuan khusus, diutus. Istilah ini menunjuk pada setiap utusan yang ditugaskan dan diutus sebagai Pemberita Injil serta mempunyai tanggung jawab khusus lainnya, Kis 14:4, 14, Rom 16:7, 2 Kor 8:23, Flp 2:25


Turunnya Roh Kudus

 

Syarat menjadi Murid Yesus : 
Matius 16:24. dan Markus 8 : 34 " Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. "

 

 

 

 

 

Salam,
 
Dwi Hartoyo, SP


Berikut ini adalah perjalanan hidupke - 12 orang murid murid Yesus Kristus :

1. Simon Petrus


Nama lahir - asli - Simon Petrus adalah Simon. Kata Petrus ditambahkan kemudian oleh Tuhan Yesus. Kata Petrus adalah terjemahan Yunani dari kata Kefa - bahasa Aram- yang artinya batu padas, batu karang. Simon Petrus dilahirkan di Betasaida, Yohanes 1:44, Ayahnya bernama Yona atau Yunus / Yohanes, Matius 16:17, Yohanes 1:42, 21:15. Saudara kandungnya adalah Andreas. Matatius 10 : 2. Simon Petrus, Yakobus dan Yohanes termasuk murid yang "terdekat" dengan Tuhan Yesus, Markus 5 : 37, 9:2, 14 :33.

Mungkin sekali Simon Petrus pindah dan tinggal serta bekerja sebagai nelayan di Kapernaum. Di tempat ini, Simon Petrus dan Andreas, berjumpa dengan Yesus, Markus 1:29; Lukas 4:38. Ketika Simon Petrus menjadi pengikut atau murid Tuhan Yesus, ia meninggalkan beberapa hal, antara lain:

  • jala atau penunjang kehidupannya
  • mata pencaharian
  • pekerjaannya dan penghasilan untuk seluruh anggota keluarga
  • orang tua dan saudara
  • mertua yang sakit-sakitan

Simon Petrus adalah murid Tuhan Yesus yang paling banyak mengungkapkan dirinya dari pada murid-murid lain. Simon Petrus memiliki sifat alamiah yang amat menarik - ditambah anugerah rohani dan pendidikan yang ia terima dari Tuhan Yesus - membuat banyak orang terpikat. Dalam berbicara dan bertindak, Simon Petrus melakukan dengan satu cara yang khusus mengungkapkan sifatnya. Ia tidak pernah meniru gaya dan kepribadian orang lain. Keaslian yang dimilikinya merupakan salah satu modal dalam kepemimpinannya yang sejati. Ia adalah seorang yang tidak berpikir dalam-dalam, berhati ramah, suka menurut kata hati dan bertindak cepat, yang dikuasai oleh dorongan pada saat itu juga. Hal-hal tersebut dapat dilihat dalam Alkitab, antara lain:

  • Mencoba - dan sedikit berhasil - berjalan di atas air untuk mendapati Tuhan Yesus
  • Ingin mendirikan tiga kemah di atas Gunung waktu Tuhan Yesus dimuliakan di atas gunung- agar Yesus, Musa, Elia dan dirinya tinggal di tempat itu.
  • Tidak mau membiarkan Tuhan Yesus membasuh kakinya
  • Menyombongkan kesetiaannya
  • Berani membela Tuhan Yesus dengan padang, dan memotong salah satu prajurit -bernama Malkhus- yang menangkap Tuhan Yesus di Getsemani
  • Mengabaikan Yohanes yang ragu-ragu, dan dengan berani masuk ke dalam kuburan Yesus
  • Ketika mengetahui Tuhan Yesus berdiri dipantai, ia menggenakan pakaiannya, lalu terjun ke danau dan berenang ke tepi -karena tidak sabar menunggu perahu yang sarat dengan ikan- untuk bertemu Yesus.


Setelah Pentakosta
Setelah kebangkitan Yesus, Ia menyatakan Diri-Nya secara khusus kepada Petrus. Di samping itu, Tuhan Yesus membutuhkan waktu tersendiri memulihkan simon Petrus. Pemulihan ini perlu karena Simon Petrus pernah menyangkal Tuhan Yesus, Yoh 21:15-19. Pemulihan tersebut nyata dalam Surat 1 dan Petrus.
Perubahan besar dalam diri Simon Petrus terjadi ketika Pentakosta. Ia berdiri mewakili para murid dan berkhotbah kepada orang-orang di Yerusalem, Kisah Para Rasul 2:14-40. Pada perkembangan kemudian, Simon Petrus menjadi salah satu pemimpin Gereja Mula-mula.
Dalam kurun waktu yang cukup lama, Ia berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan Jemaat atau Gereja Mula-mula. Sejarah dan juga tradisi Gereja menunjukkan bahwa Simon Petrus melakukan pelayanan sampai masa tuanya sampai akhir hayatnya di Roma. Di kota itu Roma ia menjadi Martir, dengan cara disalibkan kepala ke bawah oleh Kaisar Nero, antara thn 64 - 67 M 

 
Yesus memanggil Petrus dan Andreas


2. Andreas


Dalam bahasa Yunani, Andreas artinya si pria. Saudara kandungnya adalah Simon Petrus. Mereka berasal dari Betasida, Yohanes 1 :44. Sebelum menjadi murid Tuhan Yesus, Andreas adalah murid Yohanes Pembaptis, Yohanes 1:40. Andreas dan Simon Petrus termasuk murid-murid pertama yang dipanggil oleh Tuhan Yesus, Markus 1:16-18; Kis 1:13.

Andreas pertama kali dikenal sebagai murid Yohanes Pembaptis. Hal ini menunjukkan bahwa ia sangat memperhatikan nilai-nilai rohani. Ia menanggapi apa yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis tentang pertobatan, Kerajaan Allah dan Penghakiman terakhir. Para Sinoptis - Matius, Markus, Lukas - tidak menceritakan pertemuan pertama antara Andreas dan Tuhan Yesus. Akan tetapi, Yohanes menghargai hal tersebut sebagai suatu kenangan yang paling kudus.

Alkitab menunjukkan bahwa, ketika Yohanes Pembaptis menunjuk bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menanggung dosa manusia, Andreas dan Yohanes berpaling untuk mengikut Dia. Pertemuan Andreas dengan Tuhan Yesus begitu penting sehingga ia selalu memberitahukan kepada orang lain, tentang siapa Yesus, dan membawanya kepada Dia. Membawa saudaranya sendiri Simon Petrus, kepada Tuhan Yesus. " Andreas mula-mula bertemu Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, " Kami telah menemukan Mesias, artinya Kristus ". Ia membawanya kepada Yesus, Yohanes 1:41 "
Membawa orang-orang Yunani yang menanyakan siapa Yesus kepada Tuhan Yesus, Markus 13:3
Membawa seorang anak laki-laki yang mempunyai roti jelai dan ikan kepada Tuhan Yesus, sehingga Ia dapat memberi makan 5000 orang lebih, Yoh 6:8-9

Setelah Pentakosta
Andreas bukan saja pengikut Kristus yang pertama, ia juga pekerja Kristen yang pertama, dialah yang pertama-tama membawa orang lain kepada Tuhan Yesus. Adreaslah yang menyampaikan kepada orang lain mengenai Kristus, dan kemudian membawanya kepada-Nya, bandingkan . Yohanes 1 : 42, 12:21, 22 . Sejarah dan juga tradisi Gereja mula mula mencatat bahwa, Andreas memberitakan Injil sampai di Rusia Selatan dan Semenanjung Balkan. Andreas mati dengan cara disalibkan di Akhaya - Patras - Yunani. Andreas juga dihubungkan dengan Kitab Apokrifa : Acta Andreas.

3. Yakobus, anak Zebedeus


Nama Yakobus, - Iakobos, adalah bentuk Yunani dari kata bahasa Ibrani Ya'qov- berarti si pegang tumit, penipu. Kemudian diberi makna baru yaitu, Tuhan melindungi. Yakobus dan adiknya Yohanes, mereka adalah saudara sepupu dari Yesus, Yohanes 19: 25, orang tua mereka adalah Zebedeus dan Salome, Matius 27:56, Markus 15:40. Sebelum menjadi murid Tuhan Yesus, Yakobus dan Yohanes serta ayah mereka, bekerja sebagai nelayan, Lukas 5:10-11. Ia bersama Yohanes dan juga Simon Petrus menjadi murid paling dekat dengan Tuhan Yesus.

Yakobus termasuk murid Tuhan Yesus yang sangat bersemangat dan ambisius. Bersama Yohanes, mereka berani mengungkapkan pikiran yang cenderung mengabaikan dan merendahkan orang lain di sekitarnya -sehingga diberi gelar anak-anak guruh atau Boanerges hadapan Tuhan Yesus, antara lain:

  • duduk di sisi Yesus, jika kelak memerintah sebagai raja, Markus 10:35-45
  • meminta izin kepada Yesus, agar mereka menyuruh api turun dari langit, Lukas 9:51-56
  • Yakobus - juga Simon Petrus dan Yohane s- menjadi saksi penting dalam pelayanan Tuhan Yesus, antara lain : ketika kebangkitan anak Yairus, Yesus dimuliakan dan perubahan wajah Yesus di atas bukit, menjelang kematian Yesus di salib
  • Walaupun Yakobus -juga Simon Petrus dan Yohanes termasuk murid yang dekat dengan Tuhan Yesus, ia tetap mempunyai tempramen yang ber " api - api " dan kasar.


Setelah Pentakosta
Raja Herodes Agripa I, pada antara tahun 41 - 44 M, Kisah Para Rasul 12 : 2, menangkap Yakobus dan dibunuh dengan pedang dipancung sampai mati



4. Yohanes, anak Zebedeus


Yohanes - Yunani, Ioanes, dari kata Ibrani, Yeho - nah, Yohanan : secara harfiah berarti Burung Merpati adalah nama yang umum pada masa Perjanjian Baru. Yohanes artinya, YHWH memberikan karunia, TUHAN Allah adalah berkat artau Berkat dari TUHAN Allah. Keluarga Zebedeus berasal dari Galilea termasuk keluarga yang cukup kaya dan terpandang. Ia memiliki armada kapal dan beberapa asisten yang menolongnya dalam bisnis perikanan, Markus 1:19 - 20. Yohanes adalah anak bungsu dari pasangan Zebedeus dan Salome. Bersama dengan Yakobus kakaknya disebut juga atau mendapat gelar Anak-anak Guruh, Markus 3:17.

Ketika dipanggil Tuhan Yesus, Yohanes menjadi murid Tuhan Yesus yang paling muda mungkin baru meninggalkan masa remajanya atau berada dalam usia dewasa dini. Ini menunjukkan bahwa ia belum mencapai kedewasaan kepribadian. Hal tersebut tercermin pada sifat-sifatnya, yang menunjukkan bahwa :

  • sangat pemalu dan segan untuk bicara mengenai diri sendiri
  • tidak mau menonjokan diri, termasuk tidak pernah menyebut namanya dalam Injil, tetapi memakai kategori orang orang ketiga atau menyembunyikan identitasnya dengan satu ungkapan seperti "Murid Yang Dikasihi Yesus"
  • mempunyai sifat yang tidak toleran, cepat tersinggung terhadap hal-hal yang ia anggap tidak benar
  • sangat keras untuk melawan orang-orang yang bertantangan dengan pemahamannya
  • bersama Yakobus diberi gelar Boarnerges atau anak-anak guruh, mungkin karena mereka orang Galilea yang penuh vitalitas dan ber segera, kurang mengindahkan disiplin dan kadang kadang salah arah, Lukas 9:49

Dengan segala kepribadian kekurangan dan kelebihannya Yohanes dipanggil Tuhan Yesus untuk menjadi salah satu murid-Nya. Sifat-sifatnya itu, kadang muncul ketika melayani bersama Tuhan Yesus. Hal tersebut nampak dalam beberapa peristiwa, antara lain

  1. reaksi yang keras yang datang dari watak yang keras dan gamblang terhadap penduduk Samaria yang menolak rombongan Yesus melewati desa mereka, Lukas 9:54
  2. Yohanes dan juga Yakobus mempunyai ambisi karena nalar yang tidak benar tentang citra Kerajaan Allah, yang akan dibangun atau dibentuk oleh Yesus
  3. dengan keakuan yang mengambang, disertai kesediaan untuk menderita tanpa pamrih,
  4. mencolok atas dorongan ibu mereka, Matius 20 : 20 dalam permintaan yang diajukan kepada Tuhan Yesus, supaya dirinya bersama Yakobus diizinkan menduduki tempat yang khas dan terhormat, bila kelak Yesus duduk di takhta Kerajaan-Nya, Markus 10:27

Yohanes -juga Simon Petrus dan Yakobus menjadi saksi penting dalam pelayanan Tuhan Yesus, antara lain ketika kebangkitan anak Yairus, Markus 5:37; Yesus dimuliakan dan perubahan wajah Yesus di atas bukit, Markus 9:2; peristiwa Getsemani menjelang kematian Yesus di salib, Markus 14:33; dan juga mempersiapkan Perjamuan Paskah terakhir, Lukas 22:8

Setelah Pentakosta
Setelah pulang dari pembuangan di pulau Patmos, Yohanes melayani dan memimpin jemaat sampai masa tua dan meninggal di Efesus. Tradisi mengatakan bahwa ia mati dibunuh pada masa pemerintahan kaisar Traianus, pada awal abad II Masehi. Tuhan Yesus merubah Yohanes menjadi Rasul Kasih. Ia menunjukkan manifestasi kasih Tuhan Yesus dengan tepat. Ia mengenal kasih Yesus dengan sesungguhnya. Dalam semua tulisan atau surat suratnya Injil Yohanes, 1, 2, 3 Yohanes, Wahyu Yohanes memakai ungkapan Kasih sebanyak 80 kali. Yohanes menunjukkan pengalaman Kasih Tuhan Yesus tersebut melalui karya-karyanya seperti termuat dalam Alkitab:

  • Tuhan Allah adalah Kasih, Yohanes 15:10
  • Tuhan Allah mengasihi Anak-Nya, Yohanes 10:17, 17:23-26
  • Tuhan Allah mengasihi murid-murid Yesus, Yohanes 16:27, 17:23
  • Tuhan Allah mengasihi manusia, Yohanes 3:16
  • Tuhan Allah dikasihi oleh Yesus, Yohanes 14:31
  • Tuhan Allah mengasihi setiap pribadi secara khusus, Yohanes 11:5, 36, 13:23
  • Kasih Tuhan Allah bersifat umum, Yohanes 13:1-34, 14:21, 15:9-10
  • Yesus mengharapkan manusia untuk mengasihi-Nya dan Bapa-Nya, Yohanes 8:42, 14:23
  • Yesus mengharapkan semua manusia saling mengasihi, Yohanes 13:34-35, 15:12-13

 

5. Filipus


Filipus bahasa Yunani, Philippos artinya, sahabat kuda mungkin masih keturunan Yunani, atau mempunyai hubungan erat dengan Yunani. Walaupun mempunyai namaYunani, tetapi tidak mempunyai kecerdasan Yunani.Yudea. Filipus adalah murid yang sederhana, lambat untuk mengambil keputusan, enggan bertindak dengan inisiatif sendiri, serta mempunyai pemahaman yang dangkal tentang Firman Tuhan. Ia teliti dan hampir seperti robot. Apa yang ia terima keluar apa adanya. Pikirannya kurang cepat bereaksi terhadap sesuatu yang diperhadapkan kepadanya. Filipus lemah dalam imajinasi spiritual, intuitif, serta pemahaman dalam menanggung konsekuensi mengikuti Kristus Filipus lahir di Betsaida, Yohanes 1:44, berasal dari kota yang sama dengan Petrus dan Andreas sebuah kota kecil

Tuhan Yesus pernah mengetest Filipus dalam Yohanes 6 : 5, Ia bertanya kepada Filipus, " Dimanakah kita akan membeli roti, supaya orang banyak ini dapat makan ?. Tuhan Yesus lakukan hal tersebut untuk mengetahui imannya, dan membuktikan pemahamannya mengenai DiriNya selama ia mengikutiNya. Filipus ternyata gagal dalam " ujian " ini, karena ia memakai perhitungan dalam iman, Yohanes 6: 7. Ia terlalu berhati-hati dengan sikapnya yang praktis, menjadi bimbang, karena terlalu banyak perhitungan. Pada akhirnya, Filipus menjadi bagian dari rencana Tuhan Yesus mengadakan mujizat memberi makan 5000 orang, agar ia mengerti sisi Ilahi dari misi Kristus. Filipus juga ternyata seorang " pemandu " yang tidak dapat memimpin. Hal itu nyata ketika ia gagal memperkenalkan orang-orang Yunani kepada Yesus, Yohanes 12 : 20 - 22, karena mungkin ia kuatir Yesus menolak orang-orang tersebut. Karena itu, ia melimpahkan kepada Andreas. Padahal, mungkin saja orang-orang Yunani tersebut datang kepadanya karena Filipus mempunyai hubungan yunani berdasarkan namanya. Yohanes 14: 7 - 12, menunjukkan bahwa Filipus telah sekian lama mengikuti Kristus tetapi tidak mengenal Kristus dengan sebenarnya

Setelah Pentakosta
Sesudah kenaikkan Tuhan Yesus ke surga dan setelah Filipus menerima karunia Roh Kudus, Filipus melakukan pelayanan pemberitaan Injil di Asia Kecil, sekarang wilayah Turki. Dalam pelayanannya tersebut, ia mati shahid.


Filipus dan Sida sida


6. Natanael / Bartolomeus

Nama Natanael, berarti " pemberian Allah ", nama lainnya adalah, Bartolomeus artinya " anak Tolmai " atau putra dari Tolmai, Matius 10:3; Yohanes 1:45. Natanael / Bartolomeus berasal dari Kana di Galilea, Yohanes 21 : 2. Filipus yang membawa atau memperkenalkan Natanae l/ Bartolomeus kepada Tuhan Yesus.

Dari semua murid Tuhan Yesus, Natanael adalah satu-satunya yang ragu untuk mengikuti Yesus. Ia tidak yakin pada ajakan Filipus untuk mengikuti Tuhan Yesus. Natanael / Bartolomeus terkena pengaruh prasangka. Itulah yang menjadikan ia ragu-ragu. Ketika Filipus berkata kepadanmya, " Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazareth ", Yohanes 1: 45. Natanael menjawab dengan kritis, " Mungkinkah sesuatu yang baik dari Nazareth ? " 2
Namun hal yang baik pada Natanael, adalah ia tidak membiarkan rasa sangsinya menghalangi untuk mendengarkan bukti yang dikemukakan Filipus, bahwa ia bertemu Mesias. Dalam menanggapi jawaban singkat Filipus, Natanael pergi bersamanya menemui Yesus. Ketika melihat Natanael datang, Yesus berseru, " Lihat inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya ". Tuhan Yesus menemukan dalam diri Natanael suatu dasar yang kokoh untuk membangun hidup dan kehidupan spiritual serta iman. Natanael berpandangan terbuka, jujur dan tanpa kepalsuan, merasa heran bahwa Yesus berani menyatakan pendapat tentang sifatnya, padahal mereka belum pernah bertemu, sehingga ia berkata, " Bagaimana Engkau mengenal aku ? " Dalam batasan itu Natanael mempunyai pengenalan dan pengakuan terhadap Yesus sebagai " Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel "

Setelah Pentakosta
Menurut tradisi sejarah Gereja, Natanael melayani di Mesopotamia, Likoania, dan Armenia. Dalam pelayanannya itu, ia mati sahid dengan dikuliti hidup-hidup.

 

 

7. Tomas


Tomas, artinya kembar, merupakan bentuk Yunani, Thoma, dari kata bahasa Aram / Ibrani To'am. Warga Gereja Mula-mula yang berbicara dalam bahasa Yunani, menyapa dengan sebutan Didymos, atau Didimus.

Injil Matius, Markus, Lukas hanya mencantumkan nama Tomas secara sepintas, atau sekedar menulis dan tanpa komentar yang banyak sebagai satu dari antara dua belas murid Tuhan Yesus, lihat Matius 10: 2 - 4; Markus 3:16-19; Lukas 6:14-16; Kisah 1:13. Injil Yohanes memberikan catatan tentang " peranan " Tomas ketika bersama dengan Tuhan Yesus, yaitu;

ketika Tuhan Yesus akan berangkat ke Yudea untuk membangkitkan Lazarus. Pada saat itu para murid mengingatkan Tuhan Yesus bahwa di tempat itu Ia nyaris dibunuh orang. Namun Yesus tetap menuju Yudea. Kemudian Tomas berkata kepada murid-murid yang lain, " Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia ", Yohanes 11:16

ia mengaku tidak memahami ke mana Tuhan Yesus hendak pergi, ketika Ia mempersiapkan murid-muid perihal kepergian-Nya yang akan datang, Yohanes 14:5

ia di sebut juga Tomas yang tidak percaya, karena tidak percaya bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit. Ia tidak ada ketika Tuhan Yesus menampakkan kepada murid-murid, Yohanes 20: 24; ia membutuhkan bukti riil yang dapat diraba mengenai kebangkitan itu. Seminggu kemudian Tuhan Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid termasuk Tomas untuk menyaksikan kenyataan bukti - bukti riil tentang kebangkitan tubuh-Nya. Pada saat inilah Tomas mengakui Yesus sebagai, Tuhan-ku dan Allah-ku, Yohanes 20:28.

Setelah Pentakosta
Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit merubah dirinya. Perjumpaan tersebut menjadikan menghasilkan iman yang melenyapkan keragu-raguan dalam dirinya, membangkitkan semangat hidupnya serta tekad kuat berkarya bagi kemuliaan dan Kerajaan Allah. Hal itu nampak dari catatan Sejarah Gerejah oleh Eusebius pada abad ke IV:
menjadi perintis Pekabaran Injil di Kerajan Partia. Pertama kali membawa berita Injil ke India khususnya di Malabar dan Tranvancore - India Selatan sehingga lahir Gereja Mar Thoma, yang berkembang hingga sekarang, dan menghasilkan Pemberita Injil yang membawa Injil ke Indonesia pada abad V di Barus, pantai barat Sumatera Utara

 

8. Matius


Matius adalah orang Galilea yang lahir di Kapernaum dengan nama Lewi, artinya bersama-sama. Ayahnya bernama Alfeus, dan ibunya adalah Maria, yang bukan ibu Yesus. Keluarganya adalah pemeluk Yudaisme - agama Yahudi - yang taat dan fanatik. Dan merupakan orang-orang yang sangat nasionalis yang mempunyai pengabdian yang tinggi kepada Tuhan, serta mencintai keberadaan mereka sebagai orang Yahudi sejati. Walaupun mengecewakan orang tuanya, Matius bekerja sebagai pemungut cukai - bahkan menjadi kepala kantor pajak atau bea cukai - yang bekerja untuk pemerintah Romawi. Bekerja sebagai pemungut cukai sangat tidak sukai oleh orang Yahudi, sehingga disamakan dengan orang-orang berdosa.

Ketika Tuhan Yesus di Kapernaum dan dalam perjalanan menuju pantai, Ia melihat Lewi / Matius sedang berada di rumah pos pemeriksaan bea atau pajak cukai. Yesus berkata kepadanya, " Ikutlah Aku ! ", Lukas 5 :27, 28. Seketika itu juga, Matius meninggalkan pekerjaannya dan dosa penipuannya.
Setelah mengenal Tuhan Yesus, ia berganti nama menjadi Matius, - bentuk Yunani dari bahasa Ibrani, Mattai, artinya karunia Tuhan- Allah

Setelah Pentakosta
Matius melakukan pekerjaan pelayanan dan pekabaran Injil di Etiophia, Afrika. Matius menulis Injil yang khusus ditujukan kepada orang - orang Yahudi. Sebagai mantan kepala kantor pajak, Matius mempunyai kemampaun terbiasa dengan pekerjaan dan laporan yang mendetail dan sistimatis. Kemampuan tersebut ia gunakan dalam menulis ulang semua informasi tentang tentang Tuhan Yesus. Hasil karya tersebut, yang dikenal dalam Injil Matius. Roh Kudus memakai Matius sehingga ia mampu menulis kembali hampir semua catatan penting tentang Yesus - Kelahiran - Jumat Agung - Paskah- Pesan Terakhir sebelum Ia naik ke Surga, yang kemudian di kenal sebagai Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus ada dalam Injil Matius.

 

9. Yakobus, anak Alfeus
Yakobus, untuk membedakan dengan Yakobus Anak Zebedeus, saudara Yohanes ia disebut sebagai Yakobus Anak Alfeus. Yakobus dan Matius merupakan anak dari Alfeus dan Maria, Markus 15:40. Ia dikenal sebagai Yakobus - saja - serta murid yang biasa-biasa saja. Dalam Injil Markus, ia disebut Yakobus Muda atau Yakobus Kecil. Hal itu disebabkan karena postur tubuhnya kecil, atau usianya yang lebih muda dari Yakobus Anak Zebedeus, saudara Yohanes. Sebelum menjadi murid Tuhan Yesus, Yakobus Anak Alfeus bekerja sebagai seorang pemungut cukai, yang bertugas sebagai kolektor pajak, tanpa paksaan kepada rakyat maupun para pedagang.

Tidak ada penjelasan yang akurat yang menunjukkan alasan Tuhan Yesus memilih Yakobus Anak Alfeus sebagai salah satu murid-Nya. Yakobus Anak Alfeus adalah orang yang tidak pernah menonjolkan diri. Dari semua murid - murid- Nya, Yakobus Anak Alfeus, yang tidak pernah menggelisahkan Tuhan Yesus. Ia tidak pernah kembali pada kebiasaan buruknya, ragu-ragu atau mempunyai kesalah pengertian. Alasan-alasan Tuhan Yesus memilih Yakobus Anak Alfeus sebagai murid, mungkin karena:

  • ia sangat sederhana, tidak kuatir tentang apapun juga
  • tidak menonjolkan identitas pribadinya
  • mengutamakan karya Tuhan Allah di didunia
  • ia bekerja dengan penuh pengabdian, kemanapun ia diutus ia melaksanakan tugasnya dengan baik
  • mempertahankan iman tanpa mengharapkan penghormatan dari siapapun juga

Setelah Pentaksosta
Nama Yakobus Anak Alfeus tertulis dalam sejarah pemberitaan Injil dan perkembangan Gereja Tuhan. Tetapi, tidak mencatat bagaimana ia melaksanakan tugas pelayanan tersebut. Yakobus Anak Alfeus menginjil sampai di Spanyol, Inggris dan Irlandia dan kemudian kembali ke Yeruslem. Akhir pelayanannya di Persia, dan mati terbunuh di tempat tersebut

 

 

10. Thadeus
Thadeus adalah murid Tuhan Yesus yang memiliki tiga nama sekaligus, yaitu Thadeus, Lebbaeus, dan nama aslinya yaitu Yudas. Yudas atau Yudah - yang berbeda dengan Yudas Iskariot - berarti Yehovah memimpin atau ia akan diakui.
Thadeus, Markus 3:18, adalah nama keluarganya. Lebbaeus, dari bahasa Ibrani -Leb / Lev artinya hati, menggambarkan kehangatan dan karakter yang sungguh-sungguh; dalam bahasa Yunani berarti hati anak-anak, orang yang berani. Ayahnya bernama Yakobus, orang yang berbeda dengan Yakobus Anak Zebedeus dan Yakobus Anak Alfeus.

Thadeus dikenal melalui pertanyaan yang ia ajukan kepada Tuhan Yesus pada waktu Perjamuan Malam Terakhir, Yohanes 14: 18, 19 : 21. Alkitab tidak banyak memberi penjelasan mengenai Thadeus. Ia kurang menonjol di antara murid - murid, tetapi bukan berarti ia tidak atau kurang beriman. Tujuan pembicaraan Tuhan Yesus adalah murid-murid-Nya. Yesus berkata, bahwa Ia akan kembali untuk menyatakan Diri-Nya kepada mereka. Thadeus menjadi bingung, bagaimana Tuhan Yesus menyatakan Diri-Nya kepada mereka tanpa dilihat oleh orang lain. Sekalipun Ia dapat melakukannya, mengapa hanya memperlihatkan Diri-Nya kepada murid-murid saja, dan bukan kepada dunia. Sekalipun semua murid-murid bertanya-tanya, hanya Thadeus lah yang berani untuk bertanya atau bersuara. Ketika menjawab pertanyaan Thadeus, Tuhan Yesus tidak menjelaskan keberadaan-Nya secara nyata dan menyeluruh. Hal itu terjadi karena ia ingin mendapat pengertian dari dalam hati. Oleh sebab itu, jawaban Yesus menunjukkan, Yohanes 14: 23, bahwa pengabdian kepada Tuan hanya nyata melalui kasih. Thadeus memperlihatkan pengabdian dan ketekunan serta mencurakan hidup dan kehidupan hanya untuk Tuhan Yesus. Thadeus yang memulai memanggil Yesus dengan nama TUHAN, Yohanes 14:22.

Setelah Pentakosta
Thadeus, melakukan pelayanan pekabaran Injil di Syria, tepatnya di Edesa, di kemudaian hari, setelah kejatuhan Yerusalem, Edesa menjadi pusat Kekristenan dan Perkembangan Gereja Mula-mula. Thadeus dan sebagian murid-muridnya di tangkap di Schavarschar - Syria, dan dihukum mati.

 

11. Simon Orang Zelot
Alkitab tidak memberikan banyak keterangan atau Pengantar dari murid Tuhan Yesus ini. Untuk membedakan Simon ini dengan Simon Petrus, maka ia disebut Simon Orang Zelot, atau Simon Orang Kanaani. Zelot adalah suku atau kelompok pembrontak terhadap pemerintahan Romawi. Kanaani, berasal dari kata Kana yang berarti orang yang sangat rajin, giat dan sangat sangat bersemangat. Simon Orang Zelot adalah seorang pengikut dan juga ditempa dan dididik Yudas dari Gamala di Galilea. Yudas adalah mungkin salah satu dari keturunan Makabeus pemimpin pemberontak Yahudi melawan pemerintah Romawi. Kelompok ini adalah pengikut " Theokrasi " yang murni, religius dan fanatik. Gerakan ini disebut Zelot, bandingkan Kisah Para Rasul 5:37. Kelompok ini mendidik para anggotanya untuk berani mati demi kemandirian dan kemajuan bangsa dan agama Yahudi. Dan sangat merendahkan orang Romawi yang menjajah mereka.

Ada kemungkinan Simon Orang Zelot menjadi murid Tuhan Yesus dengan harapan, Ia menjadi pemimpin rovolusioner, yang mampu membebaskan Palestina secara revolusi. Tidak ada kegiatan yang begitu menonjol selama menjadi murid Tuhan Yesus. Simon Orang Zelot meninggalkan organisasi politik dan kedudukan politik

Setelah Pentakosta,
Simon Orang Zelot menjadi penginjil di Mesir - Afrika, kemudian di Inggris, kemudian kembali ke Mesir. Setelah penginjilan di Mesir, Simon Orang Zelot bergabung dengan Tadeus di Syria dan Persia. Simon Orang Zelot dan Tadeus, mereka berdua disiksa, dirajam batu, digergaji dan kemudian dibunuh dengan pedang di Persia.

 

12. Yudas Iskariot
Yudas bentuk kata Yunani, yang diadaptasikan dari bahasa Ibrani, anak dari Simon Iskariot, Yohanes 6: 71, 13: 26- artinya. Kariot, sebuah kota kecil, di Yudea. Iskariot, artinya berasal dari. Jadi Yudas Iskariot adalah Yudas yang berasal dari Kariot. Dalam daftar para murid, Yudas selalu disebutkan atau dicantumkan paling akhir, karena ia mengkhianati Yesus, Matius 10: 4. Yudas mati bunuh diri, setelah ia melihat penderitaan yang dialami Yesus akibat pengkhianatannya.

Setelah menjadi murid Tuhan Yesus, Yudas bertugas sebagai pemegang kas keuangan, Yohanes 12:6, 13:29 Yudas sebenarnya bukanlah seorang pengkhianat, dalam arti bahwa ia berusaha melaksanakan kematian Yesus. Ia sama dengan murid - murid yang lain, mereka menanti nanti didirikannya Kerajaan Messias oleh Tuhan Yesus. Ia semakin tidak sabar, ketika Tuhan Yesus dari hari ke hari menunda pendirian Kerajaan Mesias.

 

 

Salam,
 
Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. http://www.vickywibisono.8k.com/favorite_links.html
2. http://ipmfoundation.org/berita-205-saya-butuh-anda-dan-anda-butuh-saya-ii.html
3. http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1102003033

BUKTI BUKTI KEKUASAAN TUHAN DAN PENCIPTAAN MANUSIA DAN PENGUASAANNYA DI BUMI
Menurut Surat AL BAQARAH 28 S/D 39

 

Dalam surat Al Baqarah 28 s/d 39 terdapat dua judul yaitu " Bukti-bukti kekuasaan Tuhan " ayat 28 & 29 ; " Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi " ayat 30 s/d 39

Bukti-bukti kekuasaan Tuhan
28. Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? 
29. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." 
31. Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
32. Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana[35]." 
33. Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" 
34. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah[36] kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. 
35. Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini[37], yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. 
36. Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu[38] dan dikeluarkan dari keadaan semula[39] dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." 
37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[40] dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. 
38. Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." 
39. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Catatan kaki
[35]. Sebenarnya terjemahan Hakim dengan Maha Bijaksana kurang tepat, karena arti Hakim ialah: yang mempunyai hikmah. Hikmah ialah penciptaan dan penggunaan sesuatu sesuai dengan sifat, guna dan faedahnya. Di sini diartikan dengan Maha Bijaksana karena dianggap arti tersebut hampir mendekati arti Hakim. 
[36]. Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah. 
[37]. Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al Quran dan Hadist tidak menerangkannya. Ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan. 
[38]. Adam dan Hawa dengan tipu daya syaitan memakan buah pohon yang dilarang itu, yang mengakibatkan keduanya keluar dari surga, dan Allah menyuruh mereka turun ke dunia. Yang dimaksud dengan syaitan di sini ialah Iblis yang disebut dalam surat Al Baqarah ayat 34 di atas.
[39]. Maksud keadaan semula ialah kenikmatan, kemewahan dan kemuliaan hidup dalam surga. 
[40]. Tentang beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang diterima oleh Adam sebahagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat.

Bacaan dari Surat Al Baqarah diatas terbagi menjadi dua sub pembahasan kami yaitu terkait dengan judul " Bukti-bukti kekuasaan Tuhan " ayat 28 & 29 ; " Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi " ayat 30 s/d 39

Bukti bukti kekuasaan Tuhan ( ayat 28 & 29 )
Ayat 28 mengatakan dan mengandung sebuah pertanyaan " mengapa kamu kafir kepada Allah " ? ( pengertian kafir ) maka menurut Al Baqarah ayat 6 - 20 sudah bisa di jawab mengapa manusia itu kafir ( ayat 7 ) ? karena Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[20], dan penglihatan mereka ditutup[21]. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.. Sebenarnya Al Qur'an telah menjelaskan bahwa orang kafir karena Allah telah mengunci -mati hati dan pendengaran serta penglihatan . Ayat 7 surat Al Baqarah seperti yang sudah kami jelasan dalam postingan sebelumnya (disini ) memiliki pengertian bahwa surat tersebut menyalahkan Allah. Coba kalau Allah tidak mengunci-mati hati dan pendengaran serta penglihatan orang kafir maka mereka tidak akan kafir.

Kalimat selanjutnya dari ayat 28 surat Al Baqarah tidak ada kejelasan apa yang dimaksud dengan " kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, ... " 
ketidak jelasan ini disebabkan memang tidak ada penjelasan lagi pada ayat berikutnya, terkait dengan kalimat tersebut. Kalau secara harafiah kalimat pada ayat 28 memiliki pengertian bahwa manusia mati dan hidup 2 kali. Penjelasan yang tertulis tidak ada. Mamang ketika membacanya akan muncul asumsi bahwa manusia pada mulanya dari debu tanah, Allah memberinya Roh kehidupan, kemudian manusia mati dan pada akhir jaman manusia akan dibangkitkan lagi. Tetapi ini adalah asumsi berdasarkan Al Kitab ( Kitab Suci orang Kristiani ), atau pada kitab kitab suci lainnya. Asumsi tersebut muncul karena kami telah mempelajari Al Kitab terlebih dahulu, lalu bagaimana dengan mereka yang hanya belajar Al Qur'an. ?

Ayat 29 memang setiap agama Samawi mengakui adanya Tuhan yang Maha, dan sekaligus menjelaskan bahwa ayat 29 adalah termasuk ayat ayat Samawi.

Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi ( Ayat 30 s/d 39 )
ayat 30 mengatakan bahwa para malaikat mengetahui peristiwa peristiwa yang akan datang. Dengan kata lain malaikat berkata bahwa buat apa Tuhan menciptakan seorang khalifah karena dia akan menyebabkan kerusakan dan penumpahan darah di bumi.
Menurut kami ayat 30 juga menjelaskan bahwa sebelum Allah menciptakan seorang khalifah malaikat sudah mengetahui bahwa khalifah yang akan di ciptakan oleh Allah ( ayat berikutnya seorang khalifah yang dimaksud adalah Adam ) akan tergoda oleh iblis dan jatuh dalam dosa. Dan akhirnya diusir dari surga ke bumi. Demikian yang dijelaskan dalam ayat 30. Karena bumi menurut Al Baqarah 38 adalah tempat pembuangan manusia karena telah berbuat dosa.
Jadi menurut kami sebelum manusia di ciptakan memang Allah merencanakan supaya manusia tergoda oleh iblis dan turun dari sorga ke bumi. 
Pertanyaannya adalah dari semula Allah menjadikan seorang khalifah di muka bumi, lalu kenapa pada ayat berikutnya dikatakan bahwa Adam dan istrinya tinggal di surga ?

Ayat selanjutnya ( 31 s/d 34 ) menunjukkan bahwa Allah lebih sayang pada seorang khalifah ( Adam ) karena kepada Adam Allah mengajarkan nama nama ( benda ) dan seluruhnya. Sehingga manusia tahu nama nama ( benda benda ) seluruhnya. Tetapi pertanyaannya adalah kenapa Allah membandingkan manusia Adam dengan para Malaikat tentang nama nama ( benda benda ) dimana jelas hanya kepada manusia Adam Allah mengajarkan nama nama ( benda benda ). Dengan kata lain jelas saja Adam mengerti nama benda yang ditunjukkan Allah karena Allah yang telah mengajarkannya. Dan pertanyaannya adalah tidak seperti ayat sebelumnya dimana para Malaikat mengerti apa yang akan terjadi sebelum peristiwa itu seperti pada ayat 30. Malaikat mengetahui apa yang akan terjadi seperti pada ayat 30 tetapi malaikat tidak mengetahui nama nama benda seperti yang tertulis dalam ayat 31 s/d 34.

Ayat yang ke 35 di sebutkan bahwa Adam dan istrinya agar mendiami surga. Pertanyaannya adalah sejak kapan Adam beristri ? karena pada ayat 30 menyebutkan bahwa Allah akan menciptakan seorang khalifah di muka bumi. Kata seorang berarti satu / tunggal. Kemudian ayat 35 disebutkan ada manusia lain ( istrinya ), kata istri berarti ada proses perkawinan. Bagaimana dan kapan proses perkawinan tersebut surat Al Baqarah 30 - 39 tidak menjelaskan dan ayat ayat selanjutnya dalam surat Al Baqarah tidak menjelaskan tentang hal ini. Tidak ada informasi tentang kapan Allah menciptakan istri Adam dan dari catatan kaki [38] dari mana mengetahui bahwa istri Adam bernama Hawa ?

Ayat 35 Surat Al Baqarah juga tidak menyebutkan jenis pohon yang tidak boleh di dekati. Ayat 35 hanya menuliskan bahwa ada pohon yang tidak boleh di dekati. Surat Al Baqarah tidak menyebutkan jenis pohon ini dan larangan Allah adalah tidak boleh mendekati pohon ini. Mengapa tidak boleh mendekati juga tidak di jelaskan , ayat ini hanya menjelaskan bahwa jika mendekati maka menyebabkan kamu ( Adam dan istrinya ) termasuk orang-orang yang zalim. Ayat ini juga tidak jelas maksudnya; kata orang orang berarti jamak ( banyak orang ) padahal pada waktu itu hanya disebutkan ( Adam dan istrinya ) dan makna kamu menunjuk pada Adam dan istrinya. Disatu sisi hanya ada 2 manusia dan di sisi lain menyebutkan orang orang yang berarti banyak orang. Penulisan kata dan kalimat dalam surat Al Baqarah 35 sangat kacau.

Coba bandingkan dengan sebagian cuplikan pada Alkitab ( Kitab Kejadian 2 : 8 - 9 & 16 - 17 ). Kami ambil ayat tersebut karena memiliki topik yang sama dengan pembahasan kita.

Kejadian 2 :
:8. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 
:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 

16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Silahkan anda bandingkan sendiri dengan ayat ayat pada Kejadian 2 seperti tersebut diatas.

Ayat 36 surat Al Baqarah tidak menyebutkan bagaimana cara syaitan menggelincirkan keduanya ( Adam dan istrinya ) dari surga. Ada catatan kaki pada poin [ 38 ] sebagai berikut :

[38]. Adam dan Hawa dengan tipu daya syaitan memakan buah pohon yang dilarang itu, yang mengakibatkan keduanya keluar dari surga, dan Allah menyuruh mereka turun ke dunia. Yang dimaksud dengan syaitan di sini ialah Iblis yang disebut dalam surat Al Baqarah ayat 34 di atas.

Pertanyaan kami terkait dengan catatan kaki ini adalah dari mana di simpulkan bahwa nama istri Adam adalah Hawa ? karena ayat ayat sebelumnya tidak menyebutkan nama hanya menyebutkan kata " istrinya ". Dari mana catatan kaki tersebut menyimpulkan bahwa Adam dan Hawa memakan buah pohon yang dilarang ? karena surat Al Baqarah hanya menyebutkan bahwa " Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu " .

Ayat 37 Surat Al Baqarah menyebutkan " 37. Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[40] dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. "

[40]. Tentang beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang diterima oleh Adam sebahagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat.

Mengartikan ayat ke 37 tersebut diatas ada 2 Tuhan yaitu Allah yang telah menerima taubat Adam dan Tuhannya Adam yang telah memberikan beberapa kalimat. Jelas kalimat tersebut menyebutkan kata Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya.

Pertanyaannya adalah siapakah Tuhannya Adam ? dan siapakah Allah yang telah menerima taubat dari Adam ? silahkan ada cari sendiri. Karena saya sudah tidak habis pikir dengan teknik penulisan Al Qur'an yang sepertinya ditulis asal jadi ini.

Pertanyaan berikutnya adalah apabilan Allah telah menerima taubat dari Adam , mengapa pada ayat 38 Adam diperintahkan untuk turun dari Surga ?
Al Baqarah 38 : Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! , berarti Allah tidak sepenuhnya menerima taubat dari Adam dan Allah bukan Allah yang Maha Pemaaf ? buktinya setelah Allah menerima taubat dari Adam , Allah tetap memerintahkan semuanya untuk turun dari surga.

Kesimpulan kami adalah bahwa surat Al Baqarah ayat 28 s/d 39 ditulis oleh seseorang yang telah mempelajari sebuah kitab atau beberapa kitab dan membuat semacam kesimpulan atas apa yang telah dia pelajari. Hal tersebut tampak jelas pada teknik penulisan yang tidak jelas dan runtut ayat demi ayat sehingga munculnya catatan kaki dari literatur di luar ayat ayat Al Baqarah. Karena memang tidak ada penjelasan yang jelas dan sering ayat satu dengan ayat lainnya tidak nyambung. Seolah olah merupakan potongan potongan informasi sehingga informasi secara utuh tidak di dapat.

 

 

Salam,
 
Dwi Hartoyo, SP

REFERENSI
1. Al Qur'an dan Terjemahan - Departemen Agama Republik Indonesia , penerbit Cv Jaya Sakti- Surabaya
2. Alkitab - Lembaga Alkitab Indonesia Jl. Salemba Raya - Jakarta

Design by NewWpThemes | Terima kasih telah berkunjung di blog Restsindo